
MWC NU BUTUH GELAR RAKER
Purworejo-Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Butuh mengadakan Rapat Kerja (Raker) pada Senin (3/2). Rapat tersebut diselenggarakan di musholla yang di asuh oleh KH. Abdul Basyir desa Sruwohdukuh, yang juga sebagai Rois Syuriah MWC. Hadir dalam alam acara ini Pengurus Cabang NU Purworejo yaitu KH. Hamid AK selaku ketua tanfidziyyah. Dalam sambutannya, beliau berpesan kepada pengurus MWC Butuh untuk mendirikan mengembangkan program baik yang bersifat keagamaan, maupun pemberdayaan ekonomi ummat. "Saya berharap masing-masing pengurus dapat kompak dalam melaksanakan program. Apabilan NU Butuh hendak mendirikan lembaga ekonomi, PCNU siap memfasilitasinya" ungkap Pak Hamid.
Menurut Bapak Anang selaku Sekretaris MWC NU Butuh, pihaknya telah menyiapkan beberapa program unggulan. "Program yang tertulis ini hanya draf, silahkan di tambah atau di kurangi". ungkap pak Anang. Dalam raker tersebut, banyak program yang di ajukan oleh para pengurus, diantaranya dalam bidang seni dan budaya mengusulkan akan mengadakan pelatihan kaligrafi dan qiro'ah/ tartil Al-qur'an. Selain itu, bidang ekonomi juga hendak mendirikan koperasi sebagai penyangga organisasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
PAC IPNU-IPPNU KALIGESING DIBENTUKPurworejo- Dalam rangka mengembangkan sayap organisasi PC IPNU-IPPNU Kabupaten Purworejo membentuk Anak Cabang di Kecamatan Kaligesing pada Sabtu-Ahad(24-25/12). Pembentukan tersebut diawali kegiatan Masa Kesetaan Anggota (Makesta) sebagai wahana penyeragaman visi dan penggemblengan materi Aswaja kepada calon pengurus. Adapun kegiatan dipusatkan di Aula Kecamatan Kaligesing, Purworejo.
Menurut Hamdan Kurnia Aji selaku ketua panitia, seluruh persiapan sudah matang dilakukan. "Kita sudah maksimal dalam mempersiapkan kegiatan di Kecamatan yang jangkauanya sulit karena medan ini. Ini karena akses jalan dan geografis yang berada di pelosok bahkan berdekatan dengan DIY" Ungkap Hamdan. "Namun itu semua bisa kami atasi dengan semangat kami untuk membina pemuda dan pemudi di desa" Imbuh Mahasiswa STAINU Purworejo tersebut.
Selain pendalaman materi tentang Aswaja, NU dan Organisasi, lanjut Hamdan, Makesta tersebut nantinya juga dilengkapi dengan Kegiatan Out Bond. " Untuk menanamkan semangat kebersamaan dan tanggungjawab nantinya kita juga agendakan Out Bond di Objek Wisata Air Terjun sekitar Arena kegiatan." Sambungnya. Selain tokoh NU setempat dan PC IPNU-IPPNU, dalam pembukaan nantinya juga akan dibuka oleh Camat Kaligesing. NF
Lima Persoalan Besar Masih Membelenggu PerempuanPURWOREJO, suaramerdeka.com - Kesetaraan gender di Indonesia, kendati sudah mengalami perkembangan tapi belum sesuai dengan harapan. Mayoritas kaum perempuan masih sering termarginalkan dalam relasi sosial, bahkan cenderung menjadi obyek kebijakan.
Hal itu ditegaskan Ketua Pengurus Wilayah (PW) Fatayat Provinsi Jawa Tengah Khizanaturrohmah SAg saat menjadi keynote speaker dalam acara Konferenci Cabang (Konfercab) Fatayat Purworejo di Gedung Pertemuan Jati Indah, Minggu (4/11). Acara itu dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs H Bambang Aryawan MM, Ketua PCNU KH Hamid AK SPd I, Ketua PC GP Ansor KHR Mahfudz Chamid, Wakil Ketua DPRD H Muh Dahlan SE, Dansatkorcab Banser Daryanto, dan sejumlah tamu undangan dari organisasi perempuan dan kepemudaan. Menurut Khizanaturrohmah, ada lima persoalan besar yang sampai sekarang masih membelenggu kesetaraan kaum perempuan. Pertama, kemiskinan di mana banyak kaum perempuan yang tidak bisa berdaya karena persoalan kemiskinan yang melilit. Kedua, sambungnya, adalah masalah pendidikan. Mayoritas perempuan di Indonesia belum bisa mengakses pendidikan yang layak. Rata-rata masih berpendidikan rendah, sehingga dampaknya terhadap kiprah perempuan yang belum cukup mewarnai sektor-sektor publik. Ketiga adalah layanan kesehatan. Banyak kaum perempuan, terutama yang berada di pelosok pedesaan yang belum bisa mengakses layanan kesehatan secara memadahi. Akibat paling nyata terhadap jumlah kematian ibu hamil yang masih tinggi. Persoalan keempat, sambungnya, adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Data yang dimiliki Fatayat, 82 persen dari kasus KDRT yang terjadi ternyata korbannya perempuan. "Ini menjadi fokus yang digarap Fatayat, yaitu terus menekan angka KDRT," katanya. Terakhir adalah masalah keterwakilan kaum perempuan di ranah politik. Di Provinsi Jawa Tengah, keterwakilannya hanya 18 persen. Padahal undang-undang mengamanatkan 30 persen. "Jumlah pemilih mayoritas di Indonesia adalah kaum perempuan. Tapi jumlah wakil perempuan yang duduk di lembaga legislatif masih minoritas. Keterwakilan perempuan ini juga akan terus kami dorong supaya sesuai dengan undang-undang," tandasnya. ( Nur Kholiq / CN32 / JBSM ) Puluhan Anggota Banser Geruduk PolresPURWOREJO-Sebagai aksi solidaritas atas penembakan guru mengaji warga Sidoarjo, Jatim, Riyadhus Sholikhin, puluhan anggota Ansor dan Banser mendatangi Polres Purworejo, Jumat (4/11). Tuntutan mereka, polisi yang menembak pria yang sehari-hari sopir pabrik dan pedagang tempe itu segera diproses hukum. Sumber: Suara Merdeka 05 November 2011 PC IPNU-IPPNU PURWOREJO RESMI DILANTIK Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Cabang Purworejo resmi dilantik. Dalam kesempatan itu Ahmad Naufa Khoirul Faizun dilantik sebagai ketua IPNU sedangkan Rekanita Aniroh dilantik sebagai ketia IPPNU periode 2011-2013. Prosesi pelantikan Pengurus Cabang IPNU IPPNU yang dilaksanakan di Aula UPT P&K Kecamatan Bayan tersebut dihadiri oleh Pengurus Wilayah IPNU & IPPNU Jawa Tengah, Kepala Dinas P danK , Polres Dandim 0708, Ketua Tanfidziyah NU perwakilan Badan Otonom, Ormas, Parpol dan organisasi kemahasiswaan serta kader Anak Cabang, Ranting dan Komisariat IPNU IPPNU se Kabupaten Purworejo. Selain prosesi pelantikan, dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan Seminar Kewirausahaan oleh H Bukhori, pengusaha dari Jogjakarta. Dalam sambutannya Drs. Bambang Aryawan, M.Pd mewakili Bupati Purworejo berpesan bahwa Sebagai organisasi kader, IPNU IPPNU dituntut untuk ikut berperan dalam membangun kesadaran berwirausaha bagi para generasi muda. Hal ini sangat penting sebagai bekal generasi muda menghadapi era Globalisasi. "Secara pribadi saya berpesan supaya kader IPNU-IPPNU tidak mudah menyerah dalam berusaha, karena kegagalan adalah langkah yang harus dilalui bagi orang-orang yang ingin sukses,” tandasnya. Hal senada juga disampaikan Ketua aPC IPNU Puworejo Ahmad Naufa Khoirul Faizun saat memberi sambutan. “Ada dua hal penting yang kiranya kedepan akan menjadi prioritas IPNU dan IPPNU. Dua hal tersebut sesuai dengan tema Pelantikan dan Rakercab Tahun ini yaitu: merumuskan kemandirian organisasi yang berbasis pengetahuan dan wirausaha. Pengetahuan dan kewirausahaan inilah yang kedepan akan kita galakkan supaya kader betul-betul bisa mandiri, minimal mandiri secara pribadi yang bagi kader IPNU mencakup 3 hal yaitu perut, bensin dan pulsa,” katanya, yang disambut tawa para hadirin. Mufti Rosyadi selaku ketua panitia ketika ditemui menyampaikan bahwa selain pelantikan dan seminar wirausaha, sorenya juga dilaksanakan rapat kerja cabang untuk merumuskan bersama agenda kerja yang akan dijalankan oleh organisasi selama dua tahun kedepan. "Dari rakercab inilah kami akan menentukan langkah kerja sesuai dengan potensi dan aspirasi dari kader didaerah, karena peserta yang menyusun program kerja ini adalah representasi dari kader yang ada di PAC, Ranting dan Komisariat,” tuturnya. |












Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Cabang Purworejo resmi dilantik. Dalam kesempatan itu Ahmad Naufa Khoirul Faizun dilantik sebagai ketua IPNU sedangkan Rekanita Aniroh dilantik sebagai ketia IPPNU periode 2011-2013.